Batik Asli, Atau Kain Bermotif Batik?

Produk batik bisa ditemui di pasar grosir sampai mal termewah di Jakarta. Harganya bermacam-macam, mulai "seratus ribu tiga" hingga jutaan rupiah. Namun, di jaman ketika batik digembar-gemborkan selaku warisan budaya dunia, ada baiknya Anda tak sekadar memilih baju batik berdasarkan keelokan motifnya. Coba teliti juga apakah batik yang Anda pilih merupakan batik asli atau tekstil bermotif batik.


Yang dimaksud batik sahih yakni batik yang dikerjakan secara manual memakai lilin malam. Ada sembilan jenis batik otentik, mirip dijelaskan Wakil Walikota Pekalongan, Alma Facher, yaitu batik tulis, cap, kombinasi tulis dan cap, sablon malam tulis, sablon malam cap, sablon malam cap tulis, printing tulis (manual bukan pabrikan), printing cap, dan kombinasi printing cap tulis.

Ciri yang paling mudah dimengerti dikala memilih batik asli merupakan corak dan desainnya tidak sama. Gambar bunga, misalnya, tak selamanya sama dalam satu bahan sekalipun. Selain itu, batik asli biasanya limited edition, atau tidak dibikin dalam jumlah banyak.

Sedangkan jenis batik yang tidak mendukung rancangan batik, pundak-membahu hanyalah tekstil bermotif batik. Atau, kain yang diberi motif batik. Karena lebih hemat biaya, batik menyerupai ini kadang-kadang dibentuk massal.

Mungkin agak membingungkan bagi orang awam, tetapi filosofi ini harus dimengerti penduduk awam kalau tidak mau mempermalukan bangsa, kata Alma.

"Boleh saja bilang pakai batik, tetapi kalau ternyata yang digunakan cuma tekstil bermotif batik akan mempermalukan negara, bukan? Padahal batik yang diakui sebagai heritage oleh UNESCO adalah batik yang proses pembuatannya secara manual," papar Alma, seusai peresmian Pusat Batik Nusantara di Thamrin City, Kamis (4/2/2010).

Sayangnya, 50 persen batik yang beredar di pasaran adalah tekstil bermotif batik, bahkan pada batik dengan merk ternama yang sering Anda lihat di mal sekalipun. Jika sekadar ingin mengoleksi dan mencari yang murah, sah juga berbelanja batik. Tetapi setidaknya, seleksilah batik cap atau kombinasi yang harganya pun lebih terjangkau.

Makara kalau ingin mendukung batik untuk melestarikan budaya, teliti sebelum membeli. Pastikan batik tersebut asli, meski kadang harganya lebih mahal. Namun sebaiknya Anda juga mengerti, mahalnya harga batik asli disebabkan kemampuan sang perajin, dan lamanya waktu yang dipakai untuk memproses batik tersebut.

Sumber : kompas
LihatTutupKomentar