Batik Tingkatkan Ketahanan Energi

Kampanye penggunan bаtіk di lingkungan pemerintah ternyata tak cuma untuk menumbuhkan kecintaan kepada produk-produk dalam negeri saja. Wapres Jusuf Kalla menyebutkan, penggunaan batik juga bisa mengurangi energi sehingga mewujudkan ketahanan energi.

Jusuf Kalla menerangkan, pengurangan energi ialah cara paling mudah untuk membuat ketahanan energi. Pasalnya, pengurangan energi tidak memerlukan investasi. Hanya membutuhkan kedisiplinan saja dalam penggunaan energi. "Kaprikornus memang ketahanan energi paling anggun yakni pengurangan," kata Kalla, dalam suatu pelatihan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015), menyerupai dikutip dari Lірutаn 6.

Kalla mengungkapkan, pengurangan energi bisa dilakukan lewat acuan hidup, dengan mengontrol penggunaan pakaian, mirip memakai batik. "kita pakai lampu led, pakai baju batik itu bisa berakibat kepada kebijakan pengurangan energi," ungkapnya.

Menurut kalla, dengan mengenakan batik maka suhu pendingin udara yang diperlukan dalam ruangan tak perlu rendah. Dengan cara tersebut listrik yang diinginkan pun juga tidak terlampau banyak.

Berbeda jikalau menggunakan sesudah jas. alasannya cukup tebal, maka suhu pendingin udara pun mesti di bawah 20 derajat celsius sehingga energi atau listrik yang dibutuhkan pun akan lebih banyak.

Oleh alasannya adalah itu, pemerintah melalui Sekretaris Negara (Setneg) menginstruksikan pengurangan energi dengan memakai batik. "sekarang di Setneg AC tidak boleh di bawah 25 derajat celsius. Tidak ada pakai jas. jadi itu alasan kenapa kami kini pakai batik. Itu kebijakan pengurangan energi, bukan mode itu, coba jikalau Anda pakai jas niscaya kepanasan," tuturnya.

Selain menjalankan hukum teknis, secara jangka panjang pemerintah juga melakukan cara untuk merealisasikan ketahanan energi. Beberapa diantaranya yakni membangun tangki penyimpanan materi bakar minyak (BBM). Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan, saat ini cadangan strategis BBM Indonesia cuma cukup hingga 20 hari saja.

Dengan penambahan kilang tersebut, diperlukan cadangan strategis bisa berkembang30 hari. "Bisa tidak terus menimbun hingga 30 hari syukur-syukur sampai 30 hari lagi," ungkapnya.

Selain itu, PT Pertamina (Persero) juga akan berburu minyak dari luar negeri. Saat ini, Pertamina sedang fokus mengakusisi lapangan minyak di mancanegara. Langkah tersebut menjadi salah satu cara biar buatan minyak perusahaan tersebut bisa memenuhi keperluan dalam negeri.

Untuk mencari minyak di mancanegara, perseroan memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. namun hal tersebut bukan hambatan. Saat ini mereka sudah mempersiapkan dana yang berasal dari utang di dalam negeri.
LihatTutupKomentar