Batik Tulis Aromaterapi Yang Digemari Para Pejabat

Kain batik kini diminati nyaris siapa saja. Tapi kain batik Madura karya Warisatul Hasanah mahasiswa semester delapan Jurusan Manajemen Pemasaran STIE Perbanas Surabaya sedikit berlainan.

Batik tulis Madura itu mempunyai aromaterapi yang banyak diminati masyarakat, khususnya para pejabat. Batik tulis Madura karyanya kini banyak digunakan oleh para pejabat di Kabupaten Bangkalan. Mоtіf bаtіk tulis yang digunakan ialah motif ‘Tanjung Bumi’.

”Sekira 80 persen pejabat di Bangkalan, khususnya di DPRD, pakai batik tulis saya ini,” terang Waris.

Bisnis batik tulis aromaterapi yang dilaksanakan Waris ini sudah dilaksanakan semenjak 2009 kemudian. Berawal dari tugas bikin Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dari kampus, dia lantas terpesona mengaplikasikannya di dunia batik.

Waris sengaja membuat SKB bikin batik tulis beraromaterapi. Ide tersebut muncul setelah ia sempat menyaksikan ada souvenir yang dipajang di dinding di suatu homestay di Australia.

Saat itu dia mengikuti acara Auditing Students Programe (ASP) di Australia. Nah, di homestay tersebut ia menyaksikan ada souvenir berbentukkayu yang berbau aromaterapi. Keberadaan souvenir itu ternyata menciptakan suasana ruangan menjadi lebih tenteram.

”Dari situ balasannya saya terpikir untuk bikin batik tulis beraroma terapi,” tutur mahasiswi kelahiran Bangkalan, 10 Maret 1988 ini.

Karena memiliki keistimewaan, maka batik tulis aromaterapi ini mempunyai harga lebih mahal daripada batik biasa. Sebagai teladan, untuk batik tulis lazimada yang harganya Rp250 ribu per potong, maka untuk yang beraromaterapi harga bisa meraih Rp300 ribu per potong. Harga paling mahal untuk karyanya bisa meraih Rp4 juta per potong.

Bahkan, ketika mendekati idul fitri, batik tulis aromaterapi tersebut sungguh disenangi. Omzetnya pun naik meraih Rp10 juta lebih. Padahal di saat memulai bisnis tersebut ia tak mempunyai modal sama sekali.
”Keunggulannya jikalau yang beraroma terapi ini akan membuat rileks bagi yang memakai atau pun orang yang di sekitarnya,” terperinci anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Moh Ismail dan Maryam ini.

Hal tersebut jadinya membuat para pejabat banyak yang suka. Belum lagi sifat dari aroma terapi ini juga bisa menyerap keringat. Artinya jikalau ada orang yang punya keringat banyak, aroma terapi mampu meredam bau keringat.

Waris menunjukkan beberapa opsi aromaterapi yakni dari melati keraton, cempaka, eksotik, mawar, coklat dan strawberry. Coklat dan strawberry ini sangat cocok digunakan untuk anak-anak.

”Aromaterapi itu kan bisa membuatrileks, yakin diri dan mencerdaskan otak,” tuturnya.

Tak cuma aromaterapi saja yang bikin banyak pejabat kepincut. Namun salah satu keutamaan karya Waris ialah dia juga mau menciptakan batik tulis yang pribadi. Artinya hanya satu jenis saja yang dibentuk, sehingga tidak ada yang punya batik tulis tersebut dengan motif sama. Hanya saja ketika ini ia masih menggunakan aromaterapi biasa untuk karyanya tersebut.

Ke depan, Waris sedang menyiapkan untuk aromaterapi yang mau diambil dari sari bunga selaku materi baku. Dia pun sedang menjalin kolaborasi dengan jago teknik kimia untuk mencari formula yang sempurna.

Untuk menciptakan aromaterapi ini, cukup gampang. Setelah dicuci, batik direbus. Rebusan air sebelumnya diberi aromaterapi, dan batik direbus dengan posisi terbalik. Waktunya sekira lima menit saja.

”Kalau ingin menerima aroma lebih tahan usang, kami juga kasih tips-nya dan juga aroma terapinya,” kata Waris.

Dia menggunakan label Al Warits. Sedangkan untuk penjualan beliau melaksanakan proses mulai door to door, facebook, mengajukan ajuan, sampai memperlihatkan dari satu kampus ke kampus lainnya.

”Alhamdulillah ternyata sekarang sudah mulai banyak yang pesan,” kata Waris yang bercita-cita punya gerai butik di banyak sekali mal di Surabaya ini. Oke Zone
LihatTutupKomentar