Batik Tulis Celaket Siap Berkompetisi Di Pasar Bebas

Batik tulis Celaket, Malang, Jawa Timur, siap berkompetisi di perdagangan dan pasar bebas yang diterapkan tahun depan lantaran motif batiknya tidak kalah elok dengan batik lain yang telah diketahui menyerupai Batik Solo dan Madura.

Menurut pemilik pusat Batik Celaket khas Malang, Hahan Djalil, di Malang, Kamis mengaku dirinya siap menghadapi persaingan dikala digulirkannya pasar bebas.

"Sejak UNESCO memutuskan batik selaku warisan budaya dunia, perkembangan batik Celaket cukup anggun, sehingga kami optimistis bisa bersaing dengan batik-batik lain, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun mancanegara," tegas Hanan disela-sela program "All About Batik On The Road" di daerah traffic light Kaliurang Kota Malang.

Ia mengaku ketika ini Batik Celaket Malang tak hanya diminati warga lokal saja, tetapi juga diekspor sampai ke Benua Eropa yang dipesan lewat internet. Batik Celaket Malang juga dipasarkan secara "online".

Menurut Hanan, motif batik yang paling banyak dicari merupakan batik Singa alasannya adalah Malang identik dengan lambang Singa. Namun demikian, dia juga tetap memproduksi batik dengan motif lain berbentukbenda-benda yang ada di sekeliling Kota Malang, seperti puring, anggrek, dan tugu serta tetap mengikuti pertumbuhan fashion, sehingga Batik Celaket tak hanya diminati orang akil balig cukup akal, tetapi juga kaum muda.

Warna Batik Celaket juga berlawanan dengan batik lain karena lebih cerah dan modern sesuai dengan huruf dan rancangan anak muda kurun kini.  "Kami memang mengonsep Batik Celaket untuk anak muda kurun kini supaya mereka lebih menyayangi dan melestarikan budaya bangsa serta menjadi kebanggan bagi masyarakat Malang," katanya.

Agar batik tetap eksis, Hanan berharap pemerintah bisa memberikan santunan pada batik produk lokal, khususnya yang belum bisa bersaing di pasar Asia. "Meski dikala ini belum ada pinjaman dari pemerintah, Batik Celaket akan tetap berinovasi semoga tetap eksis menjadi produk unggulan Kota Malang," katanya. Republika
LihatTutupKomentar