Canting: Suatu Alat Paling Penting Untuk Membatik

Canting Batik Merupakan Alat Membuat Motif atau Pola Batik

cara membuat motif batik mulai dari permulaan menggambar sampai mengaplikasikannya ke dalam selembar kain.

Artikel kali ini masih ada kaitannya dengan postingan sebelumnya ihwal cara menciptakan motif atau pola batik. Karena setelah membuat gambar motif batik baik secara digital maupun manual tangan, kita tentu perlu mengaplikasikannya pada kain. Nah, alat untuk mengaplikasikan gambar menjadi batik itulah yang disebut canting. Ia berfungsi nyaris ibarat alat tulis seperti pulpen untuk goresan pena di kertas dsb.

Canting akan kita pergunakan selayaknya alat tulis. Jika pulpen, pensil, spidol, dll kita gunakan untuk menulis pada kertas, maka canting adalah alat yang kita gunakan untuk "menulis" pada kain. Tentu dengan cara tertentu yang tidak sama persis penggunaannya mirip pulpen.

Bahan Pembuatan Canting

Sebuah canting yang dibuat dari tembaga yang dibentuk sedemikian rupa, terutama mempunyai unsur berbentukcucuk untuk mengeluarkan lilin malam, dan wadah yang disebut nyamplung, memiliki kegunaan untuk menampung lilin malam sebelum keluar dari cucuknya. Keduanya disusun dan ditopang oleh gagang yang umumnya yang dibuat dari bambu kecil, kayu, dan lain sebagainya.

Mengapa memakai tembaga? Karena tembaga mampu menyimpan panas sehingga lilin malam yang ada di dalam wadah tadi tidak cepat kering. Selain itu, tembaga juga mampu dibuat tipis yang memungkinkan kita membuat canting dengan ukuran cucuk bermacam-macam.

Keberagaman cucuk pada canting ini dimaksudkan supaya kita mampu membuat motif batik untuk gambar ukuran garis kecil hingga garis besar, bahkan sampai untuk semacam kuas. Dari inilah kita lalu mengenal jenis-jenis canting itu sendiri yang penamaannya sesuai dari ukuran, jumlah cucuk, dan seterusnya.

Jenis-Jenis Canting Batik

1. Canting Reng-Rengan

Yaitu canting dengan ukuran cucuk kecil, biasanya dipaakai untuk membuat teladan luaran sebuah motif batik sebelum diisi dengan motif pengisi di dalamnya. Ukuran cucuk pada canting reng-rengan ini umumnya relatif kecil yaitu dari diameter 1 mm hingga 2,5 mm.

Saat kita telah menciptakan teladan motif batik dan sudah menggambarnya pada kain, maka langkah berikutnya adalah membubuhkan lilin malam pada kain tersebut. Nah, pada proses permulaan membatik inilah lazimnya kita menggunakan canting reng-rengan.

Ingin menciptakan website seperti batikmerang.com? Baca tipsnya di artikel ini.

2. Canting Isen (isian)

Canting ini biasanya digunakan untuk mengisi motif yang bab luarnya sudah dibatik menggunakan canting pertama alias canting reng-rengan tadi. Dengan canting isen, kita bisa menyertakan rincian motif yang lebih kecil pada bagian dalam motif batik kita. Karena lazimnya canting isen ini berskala diameter 0,5 mm hingga 1,5 mm.

Dengan ukuran sekecil itu, pasti kita membuat motif batik lebih rincian sehingga lebih menawan bila telah menjadi lembaran kain batik. Canting isen ini memiliki cucuk tunggal di mana nanti akan ada juga jenis canting yang memiliki cucuk lebih dari satu untuk tujuan tertentu dalam membatik.

Canting isen ini ada juga yang dikenal dengan canting cecek yang berguna untuk menciptakan titik-titik pada bab dalam sebuah motif batik. Dengan begitu maka canting isen cecek ini akan menawarkan kesan detail yang lebih maksimal.

3. Canting Tembok

Canting ini mempunyai ukuran cucuk tunggal yang relatif besar alasannya sesuai fungsinya, akan dipakai untuk memblok bab motif dengan malam. Karena fungsinya itu maka canting ini mempunyai cucuk yang besar sehingga mampu menutup bagian motif batik dengan lebih cepat.

Canting tembok ini umumnya dipakai untuk menutup suatu bab motif yang hendak memiliki warna berlawanan dari bagian lain.

4. Canting Lorong, Telon, Prapatan, Liman, dan Byok

Kelima canting ini dibentuk khusus dengan cucuk lebih dari satu. Canting loron adalah canting yang mempunyai dua cucuk untuk membuat garis sejajar contohnya. Canting Telon adalah canting yang memiliki tiga cucuk dengan ukuran sama untuk menciptakan 3 titik segitiga misalnya.

Canting Prapatan ialah canting yang mempunyai empat cucuk sehingga kita bisa menciptakan 4 titik tertentu dengan lebih gampang tanpa perlu memakai canting isen bercucuk tunggal. Sementara itu untuk canting liman memiliki arti canting yang mempunyai lima cucuk.

Terakhir, canting byok ialah canting yang berisi tujuh cucuk bahkan lebih yang digunakan untuk membuat lingkaran titik-titik sesuai jumlah titiknya ialah mampu tujuh, sembilan dan seterusnya.

Kalian bisa berbelanja canting batik tulis melalui link di bawah postingan.

Canting Batik Cap

Di samping mengenal jenis-jenis canting di atas, kita juga perlu mengenal wacana canting batik cap. Yaitu canting yang berbentuk motif secara menyatu dengan ukuran lazimnya mulai dari 10 cm x 15 cm dan sebagainya sesuai dengan motif yang kita kehendaki.

Canting batik cap yang cantik yang dibuat dari tembaga. Sama mirip canting batik tulis yang sudah diuraikan di atas. Bedanya, kalau memakai canting batik cap, maka kita tidak bisa menciptakan motif batik sedetail menggunakan canting batik tulis yang sudah diterangkan di atas tadi memiliki sekian banyak jenis menurut ukuran dan jumlah cucuknya.

Karena itulah, canting cap biasanya lebih digunakan untuk motif-motif yang berkelanjutan seperti motif bendo, kawung, dan lain-lain.

Itulah gosip mengenai jenis-jenis canting yang mampu kami bagikan. Jangan lupa untuk terus kunjungi situs web kami supaya tidak ketinggalan artikel-postingan modern kami.

Semoga postingan ini berguna.

BELI CANTING BATIK TULIS

LihatTutupKomentar