Diliput Majalah Kagama.Co

16:35 WIB
KAGAMA.CO, BANTUL Akademisi dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) menyukai batik pewarna alami yang diproduksi Dedi H Purwadi. Dalam tiga bulan terakhir dosen, dokter, dan alumni Kampus Biru yang lain, berguru membatik pada Batik toko yang dikontrol Dedi H Purwadi di Dusun Kalangan Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten BantulDIY.
Dosen, dokter, juga alumni UGM yang lain mulai suka. Mereka minta diberi pelatihan membatik,” ungkap Pengelola Batik toko Dedi H Purwadi, alumnus  Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Angkatan 1981 ditemui kagama.co, Senin (11/12/2017) di studio yang juga kediamannya.
Gencarnya permohonan pembinaan membatik, lanjut Dedi, mulai datang sejak akun facebook-nya berteman dengan akun facebook grup KAGAMA. Selanjutnya, banyak yang menanyakan teknik pembuatan batik pewarna alami. Kemudian akun mereka, ditautkan ke blog batikjolaweyogya.blogspot.com. Meski demikian, jauh sebelumnya juga sudah banyak ajakan training di studionya, khususnya dari golongan guru dan siswa.
Beberapa dari mereka sudah menerapkan pewarnaan alami dengan teknik shibori, ada jumputan, ada juga yang meneruskan membatik,” terperinci mantan redaksi senior Bеrnаѕ dan peneliti di LP3Y.
Setelah diberi materi oleh Dedi, akseptor workshop dari akademisi dan alumni UGM lalu melanjutkannya dengan kegiatan berkala setiap Sabtu pagi di kampus UGM berjumpa dan mendalami kemampuan membatik dengan pewarna alami.
Dedi yang merintis batik pewarna alami bareng istrinya, WIneng W Winarni semenjak 2014, juga mengungkap ketertarikan dirinya pada batik pewarna alami, antara lain pertimbangan masalah kesehatan dan lingkungan. Mengingat, limbah pada pewarna alamidari proses fiksasitidak setajam limbah dari pewarna sintetis. Selain itu, dari hasil penelitian, limbah pewarna alami juga masih mampu diurai dalam tanah sehingga masih mampu ditolerir.
Terutama juga, untuk menerima pewarna alami sangat mudah. Semua tersedia di sekeliling kita. Di samping rumah kami ada pohon jolawe. Di belakang itu ada tom (Indіgоfеrа tіnсtоrіа). Kita juga bisa membuat pewarnaan dari kulit buah rambutan, kulit bawang merah, dan yang lain,” pungkas Dedi yang mengenakan kemeja dari hasil kreasinya, batik dengan pewarna kulit buah rambutan. [rtѕ]
LihatTutupKomentar