Kampung Batik Laweyan Gunakan Pewarna Alam Untuk Mencegah Pencemaran

Guna menghemat pencemaran lingkungan utamanya sungai, sentra batik Kampung Laweyan, Solo, akan mengembangkan green eco batik dalam produksinya. Industri batik rumahan yang selama ini menggunakan pewarna materi kimia akan diganti dengan pewarna alam yang lebih ramah lingkungan.


Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Fabela Priyamono memberikan, selain untuk meminimalkan pencemaran lingkungan acara tersebut sekaligus untuk mendukung Kota Solo menjadi Eco Cultural City atau kota budaya yang ramah lingkungan.

"Memang penggunaan pewarna alam tidak seawet pewarna dari bahan kimia, lazimnya cepat luntur dan kurang dimintai konsumen. Padahal, harga batik dengan pewarna alam lebih mahal dari batik yang menggunakan pewarnaan kimia," ujar Alpha, seperti dikutip dari Merdeka.

Program green eco batik tersebut, kata dia, dilakukan lewat kerjasama dengan perguruan tinggi tinggi di Solo. Terutama untuk meneliti pewarna alam batik yang infinit dan tidak mudah luntur. "Jadi kami ingin batik tetap laris, tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Kami akan berhubungan dengan kampus," jelas Alpha.

Lebih lanjut ia pertanda, green eco batik dirancang dalam tiga tahapan. Yakni untuk menumbuhkan kesadaran penduduk tentang pentingnya lingkungan. Tahapan pertama melalui gerakan penghijauan dengan budidaya hutan tanaman pewarna alam.

Tahapan ke dua, dilaksanakan penataan tempat ramah lingkungan dengan cara mengolah limbah sedemikian rupa sehingga kondusif dibuang ke sungai. "Pada tahapan terakhir yakni menata administrasi yang ramah lingkungan," jelas Alpha.

Salah seorang usahawan batik di Kampung Batik Laweyan, Gunawan Nizar, mengungkapkan dalam bertahun-tahun terakhir telah ada sejumlah rumah industri di wilayahnya yang memakai pewarna alam dalam proses pewarnaan.

"Memang sebagian besar konsumen masih memilih batik dengan pewarna bahan kimia. Tapi batik dengan pewarna alam sudah mempunyai pangsa tersendiri. Sekitar 80 persen untuk batik dengan pewarna kimia, sisanya yakni batik pewarna alam," kata Gunawan.
LihatTutupKomentar