Kemajuan Dan Analisa Pemasaran Sarung Batik Di Indonesia

Sarung Batik Menjadi Trend Fashion Muslim Masa Kini

Cara Membuat Batik Tie Dye dengan Pewaran Procion + Waterglass

Lalu dari sosok tokoh influencer, Tretan Muslim menurut kami juga tergolong orang yang lumayan "sukses" mengampanyekan penggunaan sarung. Terlebih ia juga mempunyai merk untuk sarungnya dengan merek Sobat Gurun. Selain ia, banyak konten kreator di media umum mirip tiktok dan instagram, mengenakan sarung saat menciptakan konten yang tak jarang konten-konten mereka ini ditonton oleh ratusan ribu hingga jutaan orang.

Mengenakan sarung jadi tren alasannya adanya pengaruh dari tokoh-tokoh tersebut. Apalagi wakil presiden kita pada tahun ini berasal dari golongan santri. KH. Ma'ruf Amin, sang wakil presiden kita, pasti senantiasa mengenakan sarung setiap kali menghadiri program kenegaraan.

Sarung menjadi begitu akrab dengan penduduk kita alasannya adalah adanya pendekatan tidak langsung dari para tokoh-tokoh tersebut. Karenanya, tren mengenakan sarung pun meningkat seiring dengan meningkatnya pula daya kreativitas masyarakat kita, khususnya pengrajin batik, dalam membuat motif-motif sarung batik modern.

Produk Batik Terlaris tiap Musimnya

3. Sarung Mahda

Beberapa tahun kemudian, banyak kelompok dari remaja dan perjaka yang mengikuti perjalanan grup-grup rebana/hadroh, terkadang mengenakan sarung batik buatan Pekalongan bermerek Mahda ini. Sarung Mahda memang cukup melekat pada grup-grup rebana karena salah satu branding awalnya dikenalkan oleh anggota grup rebana yang memiliki nama-nama besar terutama di pulau jawa semacam Al Munsyidin, Babul Musthofa, dan seterusnya.

4. Sarung Kanjeng

Gebrakan timbul dari sebuah brand baru berjulukan Kanjeng Denim yang di penghujung tahun 2019 silam mengeluarkan sub-merk mereka yang berfokus pada sarung batik dengan nama Sarung Kanjeng. Sarung Kanjeng mencoba memperlihatkan sesuatu yang berlawanan dari pada umumnya sarung batik, yakni hampir semua produknya tidak mempunyai bagian tumpal pada bagian belakang sarung batik produksinya. Selain itu, dalam situs web resminya, Sarung Kanjeng berkomitmen untuk membuat karya (produk) yang senantiasa mempunyai makna filosofis setiap motif-motif yang dirilis.

Selain 4 merk sarung batik tersebut, masih ada berbagai merk sarung batik produksi lokal Indonesia yang kini mulai dan terus bermunculan. Sobat Gurun, seperti yang tadi sudah kami singgung di atas, termasuk salah satunya. Apalagi pemilik merk tersebut mampu dikatakan seorang selebriti, tentu dengan demikian sarung batik produksinya pun ikut tenar.

Di Pati, ada sarung batik Al Juwani, yang tak kalah keren motif-motifnya. Sementara itu di Pekalongan, selain Sarung Mahda dan Sarung Kanjeng, ada pula brand lama yang tak kalah terkenal adalah Sarung Kalongguh, serta yang simpulan-simpulan ini namanya cukup naik ialah Sarung Tentrem.


Kalangan Santri, Pasar Utama Sarung Batik

Tak mampu dibantah bahwa kaum santri ialah sasaran pasar utama bagi para produsen sarung batik. Keberadaan kaum santri sudah hampir bisa dipastikan sungguh erat menempel dengan pemakaian sarung. Dan sejauh ini, jumlah santri di Indonesia masih cukup tinggi. Artinya, pasar produk sarung batik pun mampu dibilang masih akan cukup stabil dengan banyaknya santri di Indonesia ini.

Keberadaan santri, pasti juga harus melihat pula keberadaan tempat mereka; pesantren. Di Indonesia, menurut catatan kementerian agama (kemenag) ada 26.975 pesantren yang bangkit. Jika dirata-rata setiap pesantren memiliki 500 santri maka jumlah santri yang menetap di pesantren ada 13.487.500 santri. Jika ditambah dengan alumninya, maka jumlah bisa berkali-kali lipar dari angka tersebut.

Dengan demikian, cukup jelas bahwa pasar produk sarung batik bisa dikatakan cukup luas. Kami pernah mendengar informasi dari salah satu brand sarung batik di Pekalongan bahwa dalam satu tahun, mampu memasarkan 15.000 pcs sarung batik dengan kelas/harga tinggi. Sementara berita dari salah seorang penjualsarung batik kelas rendah, mampu 5 kali lipat bahkan ada yang 10 kali lipat dari angka tadi.

Angka-angka yang kami dapatkan dari informasi tersebut, tentu cukup gampang untuk dimengerti kalau kita kembali pada banyaknya jumlah santri di Indonesia. Maka dari itu, memproduksi sarung batik masih cukup menjanjikan.

Menurut kalian, apa merk sarung batik yang paling sering kalian kenal?

LihatTutupKomentar