Keunikan Batik Gegod

Keistimewaan batik gedog, bukan cuma proses pembuatannya, namun juga motifnya mirip panjiori, kenongo uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong dan panji konang. Tiga motif batik terakhir dahulu kurun konon cuma dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila justru diyakini bisa menyembuhkan penyakit.

Salah satu ciri batik gedog tenun dari Tuban yakni serat benangnya yang bernafsu. Kini untuk melestarikan batik gedog Tuban yang cenderung berwarna nila dan gelap ini pengrajin diundang pameran di aneka macam kota seperti di Surabaya, Bali, Yogyakarta. Selain itu pengrajin juga mencari info untuk menerima peluang pameran ke aneka macam instansi dan forum.

Pasar bаtіk saat ini makin prospektif, kini dibidik seluruh pembatik di Jatim. Seluruh pembatik terlihat berjuang mencari ciri khas supaya tidak ditinggalkan konsumen. Perajin batik menyadari, supaya bisa menawan perhatian pembeli, mereka mesti cendekia-terpelajar menentukan motif dan warna. Batik tulis dengan warna natural kini membumi karena pelanggan lokal dan ajaib mengejar-ngejar batik tulis bercorak modern dengan warna alam.

Guna memperdalam ilmu menyangkut pewarnaan batik, pengrajin mengikuti berbagai training terutama menyangkut teknik pewarnaan batik, salah satunya di Balai Batik Yogyakarta, disamping itu juga dengan membaca buku perihal pewarnaan batik, biar mendapatkan mutu yang elok dan mampu berkompetisi dipasar setempat maupun internasional.

Para pengrajin terus membuatkan warna alam. Guna memperoleh warna batik yang alami, percobaan demi percobaan dan penemuan dilakukan supaya mendapatkan warna alam. Semua daun, pohon serta tumbuhan dicoba untuk mencari warna alam yang sungguh-sungguh alami. Ciri khas batik gedog warnanya nila, agak kegelap-gelapan dan warna ini dipertahankan selaku identitas batik gedog Tuban.

Meski banyak hambatan, pengrajin terus menekuni dunia batik. Dengan percaya batik tidak akan pernah punah. Justru terpenting batik tulis tenun gedog akan makin dikenali dan memasyarakat alasannya ialah proses pembuatannya “unik” dibanding dengan batik tulis lain yang tinggal membatik di atas selembar kain buatan pabrik.
LihatTutupKomentar