Memaknai Keindahan Batik Banyuwangi Karya Priscilla Saputro

Keindahan dan nilai folosofi batik khas Banyuwangi yang begitu fantastis dan indah ternyata berhasil mempengaruhi desainer batik Priscilla Saputro untuk dipamerkan di Indonesia Fashion Week 2015 (IFW).
Di hari ketiga dari IFW 2015 ini, Priscilla Saputro mewarnai panggung fesyen tersebut dengan warna-warni dan corak tak lazimdari kain batik Banyuwangi.

Ornamen dan rancangan panggung layaknya mirip berada di Banyuwangi pun turut dihadirkan olehnya. Permainan musik nan romantis dan tradisional seakan mengajak para penonton untuk sedikit berdendang sambil menyaksikan jajaran pakaian karya Priscilla Saputro di panggung IFW 2015. Rancangan busananya yang bertajuk 'Novum Etno: Colorful Banyuwangi', Priscilla sendiri ingin menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Banyuwangi yang sekarang sudah mulai maju dari sebelumnya.


Sebenarnya ada argumentasi tersendiri mengapa Priscilla memakai tema tersebut. Sarat akan arti yang begitu bermakna, menurutnya dikala dijumpai pertemuan pers, novum yakni bahasa latin dimana memiliki arti gres. Sementara untuk etno lebih kepada tradisi dan colorful Banyuwangi yakni keindahan dan keanekaragaman dari Banyuwangi. Jika ditarik kesimpulan, Priscilla ingin menawarkan sisi modern dan indah dari kain Banyuwangi tanpa menghilangkan sisi tradisional yang menempel di dalamnya.

"Masyarakat yang sekarang telah lebih maju juga menjadi ide saya dalam gugusan busana ini. Dimana mereka sudah mengedepankan adanya kesetaraan gender di antara penduduk ," kata Priscilla Saputro, di Jakarta Convention Center, seperti dikutip dari Liputan 6. Dalam rancangannya kali ini, sangat nampak jikalau Priscilla memainkan imajinasinya dalam bentuk motif-motif yang dipakai olehnya. Beberapa mоtіf tersebut di antaranya mirip nanasan, gajah oling, tampanggempal, kawung kopi, ombak alun dan indera pendengaran gajah. 

Lalu untuk permainan bahan yang digunakan, Priscilla masih mempercayakan pada chiffon, sutra, beludru, linen dan cotton sehingga sungguh nampak busana yang membalut badan para model terlihat nyaman dan tidak kaku dikala digunakan. Para penonton IFW 2015 sore itu memang dimanjakan oleh keindahan dari kain khas Banyuwangi. Warna-warni yang cerah dan menyejukkan hati dihadirkan mirip oranye, pink, biru, hijau, kuning, aneka warna lainnya.


Sementara mengatakan soal pecahan busana, Priscilla Saputro bermain pada atasan, blazer, rok panjang berpotongan tinggi, gaun panjang, gaun pendek dan lain sebagainya. Deretan busananya nampak kasual dan berkelas, tetapi cita rasa tradisionalnya yang sarat makna tetap kental terasa.
LihatTutupKomentar