Motif Batik Parang: Sejarah, Makna Filosofis, Jenis, Dan Perkembangannya

Motif Batik Parang: Sejarah, Makna Filosofis, Jenis, dan Perkembangannya

Harga Canting Cap untuk Batik

Ketiga, Parang Klitik

Ciri utama pada motif batik parang klitik ini adalah bentuk motifnya yang terkesan kecil dan halus. Yang mana kemudian motif bendo klitik ini mempunyai makna motif perihal sikap halus oleh sesama manusia.

Sama seperti garis lazim motif bendo yang awalnya cuma diperuntukkan bagi kelompok kerajaan saja, dulu motif parang klitik cuma diperbolehkan dipakai oleh putera dan puteri kerajaan. Sedangkan untuk pemakaiannya pada masa kini, motif batik bendo klitik sering digunakan untuk bawahan perempuan seperti tapih (lilitan menyerupai rok span), dan bawahan laki-laki (sarung atau pun celana).

Keempat, Parang Barong

Motif batik parang barong ini konon diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma dari kerajaan Mataram. Motif bendo barong merupakan motif pengembangan dari motif parang awal.

Secara makna, motif barong mempunyai arti singa yang diambil dari kata barong itu sendiri. Maksud singa dalam hal ini adalah keberanian dan keagungan.

Di samping keempat ragam motif batik bendo yang sudah disebutkan di atas, masih ada jenis lain seperti: Parang Slobog, Parang Rusak, Parang Tuding, Parang Centhong, Parang Pamor dan lain-lain yang kesemuanya memiliki teladan serupa tetapi menenteng spirit makna yang berbeda-beda.

Kendati demikian, secara garis besar, motif batik bendo memiliki makna filososis yang mendalam. Yaitu ihwal kepribadian yang matang (mempunyai ketabahan dalam berprinsip, semangat untuk terus berjuang melawan kebatilan dalam diri sendiri dan lingkungan sekitar, serta kekuatan untuk melawan nafsu hewani insan) untuk menciptakan keindahan bagi generasi penerus kita.

Motif Parang di Era Modern

Batik merupakan seni yang luwes. Bukan lantara motifnya yang mampu dibuat seluwes apapun, tetapi secara umum batik memang terus meningkat seiring zaman yang terus berubah dan bergerak.

Pada periode sekarang, motif bendo bukan cuma sekadar batik yang pemakainya harus memiliki gelar tertentu. Akan tetapi, semua orang kini mampu menggunakan batik motif parang ini. Ia mirip membumikan makna motifnya tersebut agar spriti kebaikannya menyebar ke khalayak lazim, selamanya.

Saat ini, kita bisa meihat banyak koleksi motif batik yang dikombinasi dengan motif parang. Karena keluwesannya, motif bendo mampu dikombinasi dengan motif bunga-bunga yang barangkali terkesan sungguh girly. Atau dikombinasikan dengan seni batik abstrak yang dapat memberi kesan kekinian.

Begitulah motif batik parang, ia terus mengalir bagai ombak di lautan. Mungkin seakan sesekali menghilang, tetapi di belakangnya, disertai ombak-ombak lain yang menyusul. Mungkin motif batik bendo dianggap antik, tapi pengrajin batik periode sekarang terus mengolahnya menjadi motif yang lebih trendy, kontemporer, sekaligus tetap berusaha menyampaikan spirit makna yang terkandung dalam motifnya.

Demikian ulasan kami wacana makna, sejarah, ragam, dan pertumbuhan motif batik bendo untuk artikel ini. Semoga sedikit memberi pelengkap insight yang berkhasiat bagi kalian yang membacanya.

LihatTutupKomentar