Pemasaran Batik Stagnan Menjelang Bulan Rahmat

Jelang bulan mulia, penjualan batik di Pekalongan belum ada kenaikan. Penjualan batik di sejumlah pasar grosir masih condong stagnan. Seperti yang terpantau di Pasar Grosir Batik Setono dan International Batik Center (IBC) Wiradesa, kemarin. Belum terjadi lonjakan pembeli jelang bulan berkat yang kurang seminggu mendatang. ”Kalau pembeli tetap ada, tetapi belum dibilang ramai. Penjualan masih sama mirip hari-hari biasanya,” kata Ninik, penjaga salah satu toko batik di pasar Grosir Setono, kemarin.


Menurutnya, memasuki ekspresi dominan bulan ramadhan, omzet penjualan batik cenderung masih stabil atau stagnan. Pembeli tiba ketika memasuki dua pekan sebelum Lebaran. Saat tersebut, banyak pemudik yang sengaja berhenti dan mendatangi pasar untuk berbelanja batik selaku oleholeh. ”Saat paling ramai nanti ahad ketiga di bulan bulan puasa, dan arus balik Lebaran. Kalau hari-hari ini masih lazimsaja tidak ada peningkatan omzet,” katanya.

Bаju Muѕlіm Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Indah. Penjaga toko batik Putra Ovi Grosir Setono ini mengaku belum ada lonjakan pembeli jelang bulan mulia ini. Indah cuma mengaku, di sisi lain pemasaran baju batik merosot, tetapi di segi lain pihaknya banyak menerima pesanan baju muslim. ”Dalam sepekan ini pemasaran mulai berkembanguntuk gamis, kemeja, hem, dan sarung. Kebutuhan penduduk muslim tersebut mulai banyak dicari pembeli dalam sepekan ini,” katanya. Dalam sehari, kata Indah, dirinya sukses memasarkan sekitar 10 kodi baju muslim tersebut.

Meskipun sedang banyak dicari, dirinya mengaku tidak mengoptimalkan harga barang tersebut. Hal itu dijalankan untuk mempertahankan langganannya semoga tidak kabur atau beralih ke penjuallain. ”Untuk harga masih sama, tidak ada peningkatan. Mungkin dinaikkan sedikit memasuki dua pekan jelang bulan berkat dikala masuki demam info balik kampung Lebaran. Karena dikala Idulfitri pasarnya beda, banyak pembeli tiba dari luar kota yang kebetulan melintasi Pantura. Kaprikornus dinaikkan sedikit tidak jadi masalah,” tuturnya.

Hal demikian juga dialami sejumlah penjualdi International Batik Center (IBC) Wiradesa. Disampaikan sejumlah pedagang, belum ada peningkatan penjualan jelang bulan pahala ini. ”Penjualan masih sama mirip lazimnya . Mulai ramai nanti jelang arus mudik dan arus balik Idulfitri,” kata salah seorang penjualdi IBC Wiradesa, Kusuma Dewi.
LihatTutupKomentar