Ratu Denmar Kepincut Dengan Batik Dikala Kunjungi Yogyakarta

Ratu Denmark Margrethe II meluangkan tiba ke Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dalam lawatannya ke Indonesia. Hal tersebut dilakukan alasannya ketertarikannya terhadap warisan budaya tersebut.


Lawatan ini memperlihatkan arti pentingnya bangsa Indonesia bagi Negara Denmark. Menurut gosip dari Kedutaan Besar Denmark, Ratu sangat menyukai budaya Jawa yang mempunyai kekhasan dalam hal ini batik.

“Ratu menggemari budaya jawa yang mempunyai kekhasan dalam hal ini batik. Bahkan, katanya, Ratu cuma bepergian satu atau dua kali ke mancanegara setiap tahunnya. Kali ini, bertepatan dengan 65 tahun kekerabatan diplomatik  Denmark-Indonesia, Ratu menetapkan untuk mendatangi Indonesia,” kata Kepala BBKB Yogyakarta, Zulmalizar, seperti dikutip dari liputan6.

Dalam kunjungannya di BBKB Yogyakarta, Ratu melaksanakan diskusi dengan para pengrajin batik dan mengamati berbagai koleksi batik Nusantara.

Pada potensi tersebut juga diselenggarakan Pameran dan Workshop Batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ke VI dengan dibarengi sebanyak 19 pengrajin batik dari daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang memperlihatkan aneka macam produk unggulannya.

“Kegiatan ini berencana untuk memperlihatkan edukasi terhadap penduduk dalam melestarikan budaya dan menyebarkan produk batik yang ramah lingkungan," ungkap Zulmalizar.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Haris Munandar menambahkan, kiprah BBKB selaku lembaga observasi dan pengembangan (litbang) juga diharapkan inovator aneka macam teknologi di bidang industri batik sehingga mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas IKM batik nasional.

“Hasil litbang BBKB mesti bisa diterapkan di industri dan mampu memecahkan dilema teknis yang dihadapi oleh industri sehingga pada akhirnya akan dapat meningkatkan mutu produk batik,” ungkap Haris.

Haris menyebutkan, di lingkungan BPPI Kementerian Perindustrian terdapat 11 Balai Besar yang bersifat sektoral dan 11 Balai riset dan standardisasi yang bersifat regional serta 1 Balai Sertifikasi Industri.

“Satker-satker tersebut mempunyai peran dalam mendukung kenaikan kualitas dan produktifitas produk yang dihasilkan oleh industri sehingga mempunyai daya saing di pasar regional, tergolong MEA, maupun di pasar global,” tuturnya.

Peningkatan jejaring global dalam memasarkan produk batik merupakan upaya yang mesti terus dilaksanakan. Hal ini bukan cuma dalam rangka kenaikan keuntungan ekonomi dari produk batik, namun juga selaku upaya menyebarluaskan budaya Indonesia sehingga dimengerti secara luas di dunia internasional.

“Jejaring global memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan semua kalangan internasional. Selain keuntungan kerjasama, jejaring global mampu memberi kita kesempatan untuk sharing dan benchmarking produk kita secara lebih luas dan bermacam-macam,” pungkasnya.
LihatTutupKomentar