Sekitar 2.500 Motif Batik Indonesia Sudah Terdaftar

Keindahan batik Nusantara dengan aneka warna dan motif memang penuhmakna. Tak heran, batik mempunyai daya pikat luar biasa untuk penduduk Indonesia, maupun wisatawan ajaib.


Di balik keindahan batik, ternyata banyak orang tak mengetahui bahwa cuma terdapat 2.500-an motif batik Nusantara yang gres terdaftar. Padahal, tentu masih banyak contoh dan ragam batik tradisional dan terbaru yang lain yang belum terdaftar.

Menanggapi fenomena tersebut, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia Doddy Soepardi dalam jumpa pers ihwal planning pengumuman legalisasi batik Indonesia dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia mengungkapkan, motif batik makin meningkat dengan adanya hasil karya desainer yang terus bertambah jumlahnya.

"Hingga sekarang terdapat 2.500-an motif batik, dan itu yang gres terdaftar. Dengan berkembangnya produk desainer, motif, atau ragam batik juga akan meningkat terus," papar Doddy dikala ditemui dalam jumpa pers Rencana Pengumuman Pengukuhan Batik Indonesia Dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia Oleh UNESCO yang berlangsung di Gedung Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009).

Untuk mengukuhkan batik Nusantara selaku warisan budaya bangsa, maka pemerintah pun ikut mengupayakan semoga batik gampang menerima hak paten atau lisensi. Dengan menunjuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memperjuangkan batik untuk menerima pengukuhan internasional, utamanya dari UNESCO.

"Pemerintah akan menyebarkan pengukuhan, membantu untuk memperkuat penawaran Istimewa. Dari sentra-pusat batik kita perkenalkan sehingga di setiap tempat memacu menjadikan keunikan-keunikan dalam kreasi batik. Selain itu, pemerintah akan membantu biar batik mudah mendapat lisensi atau hak paten," ungkap Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata Mohammad Nuh.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Surya Dharma juga ikut memaparkan, pengukuhan batik mengacu pada nilai sejarah budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Batik Indonesia masuk dalam representatif budaya tak benda warisan insan UNESCO karena menyaksikan pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pengolahan batik. Penilaian tidak sekedar motif batik Indonesia saja yang memang diakui dunia. Makara bukan dipatenkan melainkan pengukuhan representatif budaya tak benda warisan insan UNESCO," tandasnya.

Cukup tingginya kepedulian pemerintah dalam memperjuangkan batik Indonesia ini tidak terlepas dari esensi kultural dan historis batik Indonesia. Nilai budaya tak benda dari batik antara lain terkait dengan ritul pengolahan, lisan seni, simbolisme ragam hias, dan identitas budaya daerah.

Di beberapa kawasan tertentu, pembuatan batik bahkan diawali dengan ritual khusus untuk kesempurnaannya. Batik dihasilkan dengan tangan melalui proses pemberian garis dan titik-titik dengan malam panas pada kain memakai canting tulis atau canting cap. Pola dan ragam batik tradisional dan terbaru mempunyai simbolisme yang mendalam, di antaranya terkait dengan ststus sosial, komunitas kawasan, alam dan juga pertumbuhan sejarah.

Pembuatan kain batik merupakan kerajinan tradisional di Jawa dan beberapa tempat lain secara turun temurun sejak beberapa kala lalu, dan terus menyebar ke berbagai wilayah selaku pakaian adab dan kelengkapan pokok tradisi.

Sumber : okezone
LihatTutupKomentar