Teknik Menghiasbatik Ala Nonita Respati

Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki produk ciri khas dan telah mendunia, harusnya Anda merasa besar hati dan melestarikannya. Ciri khas ini tidak lain yakni Indonesia terkenal dengan batik yang bermacam-macam.


Seperti wanita bagus berambut panjang berjulukan Nonita Respati. Ia ialah founder dari Purana Batik, sebuah butik busana batik. Nonita semenjak kecil hidup bareng batik alasannya orang tuanya mempunyai pabrik batik di Solo. Ini juga yang menyebabkan Nonita hingga kini membentuk kecintaannya terhadap batik yang lalu dia tuangkan dalam koleksi desainnya.

"Orang anyir tanah dahulu punya pabrik batik, tetapi tutup alasannya yaitu banjir besar di Solo. Aku ingat betul wangi batik dikala produksinya kaya apa, melekat di hidupku. Selain itu, ibu juga pengumpul batik, dan saya selaku fashion editor selama enam tahun di majalah.

Itulah skill yang aku miliki yang pada akhirnya memutuskan mеnсірtаkаn bаtіk,” ujar Nonita Respati mirip dikutip dari vemale.

Menurutnya, perkembangan batik Indonesia sekarang ini sedang berkembang pesat. Tak cuma orang Indonesia saja yang memiliki batik, di negara-negara lain pun mempunyai batik. Tetapi yang bikin berbeda yakni batik Indonesia mempunyai filosofi dan makna dari setiap asal wilayahnya.


"Perkembangan batik menjadi gaya hidup insan kini ini ya alasannya adalah designer. Mereka membuat batik menjadi terbaru, look batik tidak berat, jadi bisa dipakai kapan saja dan semua orang sehingga sangat pesat ya perkembangannya,” ujarnya.

Sedangkan Purana merupakan pakaian yang memakai kain-kain tradisional yang pengerjaannya melibatkan tangan atau hand made, tetapi penampilannya terbaru. Misalnya batik jumputan, dan tie dye tang jadi motifnya.

Nonita mendesain sendiri dan pada umumnya bentuk geometris dengan warna-warna cerah. Itulah yang membedakan rancangan dirinya dengan orang lain.

"Warna tie due macam-macam, mengikut tren dan mesti sensitif terhadap tren warna yang sedang in. Aku buat rancangan dengan ciri khasnya relax dan untuk orang yang sungguh mobile sehingga tenteram digunakan,” terperinci Nonita.

Harga batiknya pun bervariasi sesuai dengan proses dan teknik pengerjaannya. Harga batik cap meraih Rp 800.000 dan rata-rata harganya meraih Rp 1.500.000 hingga Rp 2.200.000. Namun untuk batik sutra dan tulis bertentangan lagi harganya.

Berikut ini kiat dari Nonita dalam mendesain batik, mudah-mudahan pas dan cocok untuk Anda. "Boleh memilih corak yang tradisional namun mengikuti tren. Menyesuaikan juga warna batik dengan warna kulit pemakai biar membuat si pemakai percaya diri.”

Bagaimana Ladies, jadi tertarik dengan batik jumputan rancangan Nonita Respati yang elok dan anggun bukan?
LihatTutupKomentar