Walaupun Kurang Terkenal, Batik Banten Ternyata Terbaik Sedunia

Sebagaimana sudah dimengerti bahwa selama ini, batik masih identik selaku kain khas provinsi Jawa Tengah, mirip Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Padahal, hampir seluruh provinsi di  Indonesia mempunyai batik motifnya sendiri.

Batik dari Banten, salah satunya. Batik ini memang masih kalah populer jika daripada batik tempat lainnya. Namun, bila menyangkut duduk perkara keindahan, mutu batik Banten tak kalah dan mempunyai nilai seni tinggi.

Motif batik Banten berakar dari temuan arkeologis di situs Keraton Surosowan. Hingga dikala ini, batik Banten memiliki 75 motif.

"Salah satu di antaranya yakni motif Sabakingking, Mandalikan, Srimanganti, Pasepen, dan Pejantren. Masing-masing motif memiliki sejarah dan kisah sendiri," terperinci Uke Kurniawan, pemilik Sentra Batik Banten dalam keterangan persnya, seperti dikutip dari mеtrоtvnеwѕ.

Uke menambahkan, batik Banten yakni yang pertama dipatenkan dalam kajian di Malaysia dan Singapura yang dibarengi 62 negara di dunia pada 2003. Batik Banten juga menerima predikat terbaik sedunia. Setelah ada himbauan pada 5 Juni hari Batik sedunia, Banten menjadi Batik pertama yang punya hak paten di UNESCO.

Ciri khas batik Banten tampakdari warna bubuk-debu yang ada di setiap motifnya. Warna tersebut menggambarkan karakteristik penduduk Banten yang sederhana.

Senada dengan Uke, artis sekaligus politisi Tantowi Yahya optimistis batik Banten mampu menjadi primadona di pasaran Indonesia maupun dunia.

"Corak dan desain batik Banten kaya dengan sejarah dan tradisi. Ini keunikan yang bisa dijual terhadap konsumen Indonesia, bahkan dunia," kata Tantowi.

Pria yang berencana maju dalam penyeleksian gubernur Banten pada Pilkada 2017, ini memberi masukan agar industri batik Banten bisa lebih maju dari sekarang. Menurut dia, akomodasi penawaran khusus dan pemasaran harus ditingkatkan.

"Harus ada sentra pemasaran batik Banten yang letaknya strategis dan mudah diakses pasar. Tidak menyerupai dikala ini yang kebanyakan berada di kawasan pedalaman. Pemerintah bisa menunjukkan itu, demi mendukung bangkitnya produk budaya," jelas Tantowi.
LihatTutupKomentar